Rabu, 10 Oktober 2012

Senyawa Artoindonesianin Sebagai Inhibitor Dalam Daun Sukun


Sukun merupakan tanaman yang cukup populer di masyarakat Indonesia. Sukun biasanya banyak dimanfaatkan buahnya, akan tetapi  sedikit masyarakat yang memanfaatkan daun sukun. Padahal apabila kita ketahui daun sukun memiliki kandungan yang sangat baik untuk menjaga kesehatan masyarakat di indonesia. Daun tanaman sukun mengandung beberapa zat berkhasiat seperti saponin, polifenol, asam hidrosianat, asetilcolin, tanin, riboflavin, phenol. Daun tanaman ini juga mengandung quercetin, champorol dan artoindonesianin. Dimana artoindonesianin dan quercetin adalah kelompok senyawa dari flavonoid.
Artoindonesianin adalah senyawa kimia dengan kerangka dasar dibentuk dari molekul artoindonesianin E yang terprenilasi, teroksigenasi, atau tersiklisasi. Senyawa flavanoid umumnya bersifat antioksidan dan banyak dipakai sebagai komponen bahan baku obat-obatan.
Riset molekuler lebih jauh tentang kerja artoindonesianin dilakukan untuk menguak lebih detil khasiat daun sukun. Hal tersebut penting lantaran artoindonesianin dapat berfungsi sebagai inhibitor. Kebanyakan sel-sel kanker (tumor ganas) pada manusia atau penyakit serius lainnya secara molekuler selalu dihubungkan dengan kegagalan fosforilasi protein akibat aktivasi atau ekspresi berlebih dari protein kinase atau hilangnya inhibitor sel. Sebab itu artoindonesianin sebagai inhibitor protein kinase dapat menjadi salah satu senyawa untuk pengobatan antikanker baru.
Daun sukun memang mengandung senyawa flavonoid yang berguna sebagai antikanker. Bagaimana mekanismenya?  Mekanisme flavonoid sebagai antikanker ada beberapa teori:
1.      Flavonoid sebagai oksidan yakni melalui mekanisme pengaktifan jalur apoptosis sel kanker. Mekanisme apoptosis sel pada teori ini merupakan akibat fragmentasi DNA. Fragmentasi ini diawali dengan lepasnya rantai proksimal DNA oleh senyawa oksigen reaktif seperti radikal hidroksil. Senyawa ini terbentuk dari reaksi redoks Cu(II). Senyawa tembaga tersebut dimobilisasi oleh flavonoid baik dari ekstra sel maupun intra sel terutama dari kromatin.
2.      Flavonoid sebagai antioksidan.Efek antioksidan flavonoid terutama berupa proteksi terhadapReactive Oxygen Species (ROS).
3.      Flavonoid sebagai penghambat proliferasi tumor atau kanker yang salah satunya dengan menginhibisi aktivitas protein kinase sehingga menghambat jalur tranduksi sinyal dari membran sel ke inti sel.
4.      Flavonoid menghambat aktivitas reseptor tirosin kinase yang berperan pada pertumbuhan sel-sel kanker.

5 komentar:

  1. Mengapa artoindonesianin dikatakan sebagai inhibitor protein kinase yang dapat menjadi salah satu senyawa untuk pengobatan antikanker ? dan bagaimana cara kerjanya dalam menghambat kanker ?

    BalasHapus
  2. mungkin kerja dari artoindonesianin adalah dengan cara menghambat kerja dari enzim penyebab kanker sehingga pertumbuhan sel kanker menjadi terhambat

    BalasHapus
  3. menurut saya Flavonoid mempengaruhi tahapan metabolisme sel kanker misalnya dengan cara menghambat penggabungan timidin, uridin, dan leucin dengan sel kanker tersebut sehingga dapat menghambat sintesis DNA sel kanker...

    BalasHapus
  4. karena kandungan artoindonesianin yang ada dalam daun sukun dapat mencegah kegagalan fosforilasi protein yang diakibatkan oleh aktivasi berlebihan dari protein kinase.

    BalasHapus
  5. artoindonesianin sebagai inhibitor protein kinase..karena Kebanyakan sel-sel kanker (tumor ganas) pada manusia selalu dihubungkan dengan kegagalan fosforilasi protein akibat aktivasi atau ekspresi berlebih dari protein kinase atau hilangnya inhibitor sel.
    karena itu artoindonesianin sebagai inhibitor protein kinase dapat bekerja sebagai penghambat/inhibitor sel kanker.

    BalasHapus